Diberdayakan oleh Blogger.

Apa itu “IKM Plus” ?

IKM Plus merupakan sebuah metode pengukuran kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Meskipun, begitu metode ini dapat diaplikasikan pada organisasi lainnya (baca : IKM Plus dapat diterapkan pada perusahaan). Penjelasan metode IKM Plus secara komperhensif telah ditulis dalam buku ilmiah yang diterbitkan oleh LIPI Press dengan judul “IKM Plus – Teknik pengukuran kepuasan masyarakat untuk mendukung reformasi birokrasi instansi pelayanan publik”

Sumber Gambar : Gramedia.com

IKM Plus merupakan metode alternatif dari metode pengukuran IKM yang ditetapkan oleh Menpan RB. Meskipun begitu, metode IKM Plus tidak menggantikan seutuhnya metode IKM yang ditetapkan Menpan RB sebelumnya. IKM plus adalah hasil dari memodifikasi metode pengukuran IKM sebelumnya berdasarkan kajian-kajian yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Dengan kata lain, IKM Plus merupakan extended dari IKM versi Menpan RB. Hal ini disebabkan IKM Plus dapat menutupi berbagai kelemahan yang ada pada pengukuran IKM sebelumnya (Baca : kelemahan IKM versi Menpan RB). Di samping itu, IKM Plus juga dapat memberikan tambahan manfaat bagi instansi pemerintah yang menerapkannya (Baca : keunggulan IKM Plus).

Secara konseptual, IKM Plus adalah metode pengukuran kepuasan masyarakat yang lebih berorientasi pada pendekatan kumulatif (cumulative satisfaction) (Baca : Mengenal kepuasan kumulatif). IKM Plus menggunakan tiga indikator untuk mengukur kepuasanmasyarakat (lihat tabel bawah). Indikator-indikator tersebut mengacu pada beberapa pengukuran kepuasan sebelumnya yang sudah populer, seperti Norwegian Customer Satisfaction Barometer (NCSB), Swedish Customer Satisfaction Barometer (SCSB), American Customer Satisfaction Index (ACSI), dan European Customer Satisfaction Index (ESCI).

Selain itu, IKM Plus juga mengadopsi pendekatan pengukuran kepuasan pelanggan model makro, yang artinya IKM Plus tidak hanya mengukur kepuasan masyarakat saja, tetapi juga mengukur dan mengintegrasikan variabel lain yang mempunyai keterkaitan dengan kepuasan
pelanggan. Pendekatan makro ini juga telah digunakan oleh metode pengukuran populer, seperti NCSB, SCSB, ACSI, dan ESCI. Dalam IKM Plus, variabel lain yang diukur adalah faktor pengungkit kepuasan pelanggan, yaitu kualitas pelayanan, persepsi harga, pengorbanan, nilai, dan citra masyarakat. (Baca : Model Pengukuran IKM Plus)

No
Indikator
Penjelasan
1
Kepuasan secara keseluruhan
Indikator pengukuran yang menanyakan tingkat kepuasan secara menyeluruh
2
Kinerja dibandingkan dengan pelayanan ideal menurut pelanggan
Indikator pengukuran yang menanyakan tingkat kinerja pelayanan dibandingkan dengan pelayanan ideal menurut pelanggan
3
Diskonfirmasi harapan (expectancy disconfirmation)
Indikator pengukuran yang menanyakan tingkat kinerja dibandingkan dengan harapan pelanggan
Sumber : Bakti dan Sumaedi (2017)

Ingin mempelajari IKM Plus lebih mendalam, Anda dapat membaca buku ilmiah dengan judul “IKM Plus – Teknik pengukuran kepuasan masyarakat untuk mendukung reformasi birokrasi instansi pelayanan publik”.

Sumber :
Bakti, IGMYB, dan Sumaedi, S. (2017). IKM Plus : Teknik Pengukuran Kepuasan Masyarakat Dalam Mendukung Reformasi Birokrasi Instansi Pelayanan Publik. Jakarta : LIPI Press.

0 komentar:

Posting Komentar