Diberdayakan oleh Blogger.

Kepuasan Kumulatif (Cumulative Safisfaction)


Salah satu teknik pengukuran kepuasan pelanggan adalah dengan menggunakan pendekatan kumulatif (cumulative satisfaction) (Jhonson dkk., 1995).  Dalam teknik kepuasan kumulatif, kepuasan diukur dengan cara menilai pengalaman pelanggan dalam menggunakan/ mengonsumsi produk/pelayanan secara menyeluruh (total). Pada teknik ini, kepuasan dipandang sebagai satu variabel yang berdiri sendiri (unidimensional) sehingga untuk mengukuranya memerlukan beberapa indikator yang merepresentasikan kepuasan masyarakat. Pada umumnya variabel kepuasan yang diukur dengan teknik ini adalah sebagai kepuasan keseluruhan (overall satisfaction). Teknik pengukuran ini termasuk teknik yang populer dalam mengukur kepuasan pelanggan. Beberapa metode pengukuran kepuasan pelanggan yang mengadopsi teknik pengukuran kepuasan kumulatif adalah American Customer Satisfaction Index (ACSI), Norwegian Customer Satisfaction Barometer (NCSB), Swedish Customer Satisfaction Barometer (SCSB, dan European Customer Satisfaction Index (ECSI). Dibandingkan dengan teknik yang lain, keunggulan dari teknik kepuasan kumulatif adalah kemampuan yang lebih baik dalam mengukur kepuasan pelanggan. Selain itu,  teknik kepuasan kumulatif diakui lebih baik dalam memprediksi perilaku pelanggan, seperti loyalitas, pembelian ulang, dan keluhan pelanggan.


Sumber Gambar : davidsonbelluso.com

IKM Plus termasuk metode pengukuran kepuasan pelanggan yang mengadopsi  pendekatan kepuasan kumulatif (Bakti dan Sumaedi, 2017) (Baca : Apa itu “IKM Plus” ?.  Dalam IKM Plus, terdapat tiga indikator yang digunakan untuk mengukur kepuasan masyarakat (lihat Tabel bawah). Indikator-indikator tersebut mengacu pada beberapa pengukuran kepuasan sebelumnya yang sudah populer, seperti Norwegian Customer Satisfaction Barometer (NCSB), Swedish Customer Satisfaction Barometer (SCSB), American Customer Satisfaction Index (ACSI), dan European Customer Satisfaction Index (ESCI).

No
Indikator
Penjelasan
1
Kepuasan secara keseluruhan
Indikator pengukuran yang menanyakan tingkat kepuasan secara menyeluruh
2
Kinerja dibandingkan dengan pelayanan ideal menurut pelanggan
Indikator pengukuran yang menanyakan tingkat kinerja pelayanan dibandingkan dengan pelayanan ideal menurut pelanggan
3
Diskonfirmasi harapan (expectancy disconfirmation)
Indikator pengukuran yang menanyakan tingkat kinerja dibandingkan dengan harapan pelanggan
Sumber : Bakti dan Sumaedi (2017)

Ingin lebih tahu tentang teknik pegukuran kepuasan pelanggan dengan metode IKM Plus, Anda dapat membaca buku ilmiah dengan judul “IKM Plus – Teknik pengukuran kepuasan masyarakat untuk mendukung reformasi birokrasi instansi pelayanan publik”.



Sumber :
Johnson, M. D., Anderson, E. W., & Fornel, C. (1995). Rational and adaptive performance expectations in a customer satisfaction framework. Journal of Consumer Research, 21(4), 695–707.
Bakti, IGMYB, dan Sumaedi, S. (2017). IKM Plus : Teknik Pengukuran Kepuasan Masyarakat Dalam Mendukung Reformasi Birokrasi Instansi Pelayanan Publik. Jakarta : LIPI Press.


0 komentar:

Posting Komentar